Jumat, 15 Oktober 2010

Investasi Asing Ancam Industri Farmasi Nasional

JAKARTA--Ketua Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Ribka Tjiptaning mewaspadai masuknya investasi asing di bidang farmasi dan obat-obatan yang akan mengancam industri obat tradisional di Indonesia.

"Saat ini pemerintah sedang menyiapkan peraturan menteri kesehatan yang mengizinkan asing bisa menanamkan investasinya pada industri obat-obatan hingga 100 persen," kata Ribka Tjitaning di sela acara Rapat Koordinasi Gabungan di kantor DPP PDI Perjuangan, di Jakarta, Jumat.

Ribka menjelaskan, jika peraturan menteri kesehatan tersebut diberlakukan dan asing menanamkan investasinya di bidang industri obat-obatan hingga 100 persen tanpa mitra lokal, bisa mematikan industri obat-obatan tradisional.

Ketua Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan dan tenaga kerja itu menjelaskan, industri obat-obatan trasional seperti jamu dan herbal, baik yang berskala besar hingga kecil, selama ini sudah tumbuh dengan baik.

Namun dengan diizinkannya asing menanamkan investasinya di Indonesia hingga 100 persen, ia mengkhawatirkan akan merusak industri obat-obatan tradisional yang sudah berjalan baik selama ini.

Dampak lanjutannya, menurut dia, setelah indusatri jamu dan herbal mati dan industri obat asing tersebut makin dominan, maka harga obat juga akan semakin mahal. "Jika kondisinya sudah demikian, maka masyarakat Indonesia terutama kelas menengah ke bawah akan semakin sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," katanya.

Ribka mengimbau agar pemerintah mengevaluasi lagi rencana Menteri Kesehatan membuat peraturan yang mengizinkan asing menanamkan investasinya di bidang industri farmasi dan obat-obatan hingga 100 persen.

Menurut dia, akan sangat lebih baik jika pemerintah mendorong pertumbuhan industri obat-obatan tradisional dengan memberikan kemudahan untuk ekspor.


Sumber
REPUBLIKA.CO.ID

Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Trik and Tips
Info Pendidikan
fikirjernih
Forum Di Web
Puisi-Puisi Ku

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

LABELS

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.