Selasa, 11 Mei 2010
'4 Terlalu' dan '3 Terlambat' Sumbang Angka Kematian Ibu
08.37 |
Diposting oleh
fikirjernih |
Edit Entri
Jakarta, Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Tingginya AKI antara lain dipicu oleh 4 kondisi kehamilan yang tidak ideal atau yang disebut "4 terlalu" dan situasi yang diindikasikan dengan '3 terlambat'.
Demikian disampaikan oleh ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dr. Dewi Motik Pramono, M.Si dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, S.Ip dalam dialog nasional "Tanggung Jawab Bersama Mengurangi Kematian Ibu dan Balita" di Jakarta, Senin (10/5/2010).
Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, mencatat AKI mencapai 228/100.000 kelahiran hidup. Diperkirakan, tiap jam terjadi 2 kematian ibu.
Dr. Dewi Motik menyampaikan tingginya AKI antara lain dipicu oleh 4 kondisi kehamilan yang tidak ideal yang disebut '4 terlalu' yang berdasarkan data SDKI 2007 adalah:
1. Kehamilan terlalu muda (kurang dari 18 tahun) menyebabkan 3 persen
2. kematian ibu di Indonesia.
3. Usia yang terlalu tua untuk hamil (di atas 34 tahun) yakni 4,7 persen
4. Jarak kehamilan terlalu dekat (kurang dari 2 tahun) 5,5 persen
5. Kehamilan terlalu banyak (lebih dari 3 anak) 8,1 persen.
"Survei menunjukkan Jawa Barat remaja putri yang menikah di bawah usia 16 tahun mencapai 16 persen. Proporsi kehamilan mencapai 4,1 persen", ungkap Dr Dewi Motik.
Untuk mencegah 4 kondisi tidak ideal itu dibutuhkan pengaturan kehamilan melalui alat kontrasepsi. Tujuannya dibagi menjadi 3 yakni tujuan yakni untuk menunda, menjarangkan dan membatasi kehamilan.
Sementara Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, S.Ip. mengungkap bahwa tingginya AKI dipicu oleh sebab langsung dan tidak langsung. Sebab langsung antara lain perdarahan, aborsi, eklamsia dan partus lama. Keempatnya menyumbang 70 persen AKI.
Sementara sebab tak langsung antara lain tingkat sosial ekonomi, tingkat pendidikan, faktor budaya dan akses trasportasi. Situasi ini diindikasikan dengan '3 Terlambat' yaitu:
1. Terlambat mengambil keputusan, sehingga terlambat untuk mendapat penanganan.
2. Terlambat sampai ke tempat rujukan karena kendala transportasi.
3. Terlambat mendapat penanganan karena terbatasnya sarana dan sumber daya manusia.
Senada dengan itu, Menteri Kesehatan Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR. PH membenarkan bahwa sumber daya manusia terutama bidan masih kurang. Oleh karenanya, tenaga medis yang lain perlu diberdayakan.
"Secara jumlah, sebenarnya cukup tetapi distribusinya belum merata. Untuk itu dokter umum di daerah tertentu perlu dibekali keterampilan 'plus' supaya bisa membantu persalinan," ungkap Menkes.
Sumber
Detik.com
Artikel Yang Berhubungan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Lijit Search Wijit
Blog Archive
-
▼
2010
(1196)
-
▼
Mei
(231)
- Kenali Tipe Anemia
- Wanita Wajib Berani Berkata Tidak Pada Rokok
- Kenali Kepribadian Berdasarkan Urutan Lahir
- Penderita Diabetes di Indonesia Meningkat
- Tidur dengan Hewan Peliharaan, Sehatkah?
- Gigi Terawat, Jantung Sehat
- 9 Cara Lindungi Sendi
- Panduan Memberikan Susu Formula pada Bayi
- 5 Makanan Wajib Dihindari Saat Berkencan
- 10 Makanan Beracun yang Sering Sekali Kita Makan
- Bermusuhan Bikin Jantung Tidak Sehat
- Empat Tes Kesehatan Sederhana
- Bau Badan Seringkali Hanya Hayalan
- Warga Desa Hidup Lebih Lama
- Perempuan Mendesah Miliki Daya Tarik Seksual
- Postur Yoga Ampuh Atasi Depresi
- Enam Langkah Alami Redakan Sakit Punggung
- Sembilan Pemicu Depresi
- Probiotik Atasi Flu, Bau Napas, dan Alergi
- Ekstrak Daun Bambu Sehatkan Jantung
- Makin Sehat, Ereksi Makin Keras
- 'Video Games' Picu Perilaku Agresif
- IDI Bantah Isu Minuman Aspartan
- Kurangi Gula, Hipertensi Terkendali
- Cara Ampuh Menurunkan Berat badan
- Enam Cara Baru Kuatkan Memori
- Varenicline, Solusi Berhenti Merokok
- Bahaya Rokok bagi Si Pasif
- Dampingi Perokok yang Mau Berhenti
- NTT akan gratiskan pelayanan ibu melahirkan
- Perokok pasif berisiko terserang sinus kronis
- Scrub murah untuk kaki indah
- Bekerja dengan komputer, waspadai CVS
- Kapan harus curiga demam berdarah?
- Sekali menyerang, asma akan setia
- Jika bernapas terasa menyiksa
- Hati-hati, komputer bisa timbulkan penyakit stres
- Kasus HIV/AIDS di Sumenep tinggi
- Tidur malam tak nyenyak hambat pemanfataan insulin
- Empat pertanyaan umum seputar haid
- Debu dan asap rokok penyebab utama asma
- Efek buruk rokok bagi kecantikan
- Andai “si adik” tak mau tidur
- Masih fokus untuk kanker paru
- Bedah beku, harapan baru penderita kanker
- Beri nutrisi untuk kulit
- Pertolongan pertama tiga kecelakaan di rumah
- Makanan ibu saat hamil pengaruhi otak anak
- Bikin molek sampai tua
- Hubungan kanker dan ponsel belum kuat
- Kurangi lelah mata dengan relaksasi
- Kurangi nyeri otot dengan jahe
- Lemak di Perut tingkatkan risiko kepikunan
- Virus Kuda ‘Hendra’ ancam manusia
- Butuh perawatan ekstra
- Tetap bisa tampil cantik
- Yuk, unjuk gigi dengan kawat gigi
- Kenali gangguan kesehatan lewat warna rambut
- Vaksin untuk membantu berhenti merokok
- Pengobatan Herbal Atasi Stretch Mark
- Kenali Tanda-tanda Penyakit Stroke
- Polusi di Perkotaan Picu Hipertensi
- Deteksi Penyakit Lewat Kondisi Mulut
- Tertawa Bisa Meningkatkan Nafsu Makan?
- Alergi Tingkatkan Imunitas Terhadap Kanker
- Perusak Gigi Anak Tak Hanya Permen
- Keajaiban Bunga Mawar Bagi Tubuh
- Aturan Facial Sesuai Jenis Kulit
- Wanita Rentan Alami Gangguan Jiwa Ringan
- Ukuran Ginjal, Kunci Sukses Transplantasi
- RS Berikan Jamu sebagai Rujukan Obat
- Cegah Alzheimer dengan Bir
- Stres Picu Jerawat
- Mengukur Kebutuhan Suplemen
- Bahaya Mengintai di Kolam Renang
- Cokelat Hirup, Pengganti Camilan
- Lingkungan Kerja Bisa Cetuskan Asma
- Supaya Tubuh Kebal Virus
- Viagra Bikin Tuli
- Memindai Otak Bisa Mendeteksi Dini Autism
- Lampiaskan Kenikmatan Lewat Desahan
- Ini Dia Coklat Anti Keriput
- Masalah pada Sperma Pria
- Tempat Tidur Tepat, Punggung Sehat
- Vegetarian Bebas Diabetes?
- Kulit Putih Alami dengan Masker Kiwi
- Stop Kecanduan Makanan!
- Cantik dan Sehat Berkat Pepaya
- Gangguan Jiwa Bisa Dideteksi Sejak Usia Dini
- Bebas Sembelit dan Diare Berkat Sawo
- Yuk, Imunisasi Saat Dewasa!
- Aman Mengolah Tanaman Herbal
- Penanganan Perdarahan pada Mata
- Herbal, Warisan Sehat sejak Lampau
- Anak Susah Makan? Ini Solusinya!
- Awas, Buah & Sayur Bisa Picu Gangguan Mental
- Langsing Instan dengan Empat Cara Unik
- 10 Cara Sederhana Hindari Sakit
- Kuman-kuman Punya Pulau di Lautan
- Menghilangkan Noda Bekas Jerawat
-
▼
Mei
(231)
0 komentar:
Posting Komentar