Sabtu, 26 Juni 2010

Bedah Jantung Barnard


Tidak disangka, kecelakaan yang menimpa Denise Darvall, perempuan muda kulit putih berusia 25 tahun di Cape Town, Afrika Selatan, 2 Desember 1967, membawa dunia pada teknik kedokteran baru. Hanya dalam waktu 14 jam sesudahnya, 3 Desember 1967, dokter bedah jantung asal Afrika Selatan, Dr Christiaan Barnard, berhasil melakukan operasi transplantasi jantung antarmanusia pertama di dunia.

Ia sukses memindahkan jantung Darvall ke pasien yang telah lama menderita kelainan jantung parah, Louis Washkansky. Nama Barnard kontan dielu-elukan di seluruh dunia. Dalam sekejap ia menjadi selebritas dunia.

Di sekolah-sekolah, tak ketinggalan di Indonesia, murid-murid diperkenalkan pada nama Dr Christiaan Barnard sebagai dokter cangkok jantung pertama di dunia. Nama itu harus dihafal karena kerap muncul dalam berbagai tes dan ujian.

Tetapi, di balik kecemerlangan nama Barnard, tak banyak yang tahu bagaimana mendebarkannya detik-detik pemindahan jantung yang masih berdetak itu, kecuali mungkin para dokter ahli jantung yang mempelajari juga sejarahnya. Museum Transplantasi yang terletak di Rumah Sakit Grote Schuur, Cape Town, memberikan gambaran jelas mengenai hal itu.

”Benar-benar menarik dan memberikan banyak informasi,” kata Ratana Jewsuwan, seorang dokter anestesi asal Michigan, Amerika Serikat, yang Rabu (23/6) itu juga mengunjungi museum. Ia datang bersama istri dan seorang anaknya pada hari-hari kosong saat tim nasional Amerika Serikat tidak berlaga di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Yang paling menarik dari museum itu adalah sejumlah ruangan yang dibuat sama persis dengan ruang operasi asli pada pencangkokan pertama. Semua peralatan benar-benar diambil dari masa lalu, termasuk lampu operasi, hingga meja operasi, mesin pengambil alih kerja jantung, juga gunting dan pisau bedah, bahkan jam dinding dan papan berisikan penggunaan ruang operasi. Jarum jam menunjukkan pukul 05.58 pada angka romawi jam dinding bermerek Smith, tepat pada saat itu jantung ”baru” Washkansky berdenyut sendiri sepenuhnya.

Teater A dan B

Ruang operasi utama itu adalah Teater A dan Teater B, keduanya lengkap dengan balkon bagi para pengamat operasi. Kedua teater ini diperantarai dengan ruang cuci tangan serta ruang perlengkapan lain.

Di dalam Teater A, tak kurang dari sembilan patung lilin dalam ukuran asli mewakili kehadiran Dr Barnard dan dokter-dokter lain, serta suster dalam seragam ruang operasi. Semuanya tengah melakukan aktivitas masing-masing. Patung lilin Washansky dalam kondisi jantung terbuka berada di atas meja operasi dengan Dr Barnard tengah membungkuk di atas belahan dada.

Salah satu momen tak terlupakan bagi Barnard adalah saat ia telah mengangkat jantung Washkansky dan memindahkan fungsi jantung ke mesin, membuat rongga dada pasiennya itu kosong melompong.

”Tak pernah saya melihat dada tanpa jantung atau dengan lubang seperti itu—seolah-olah lubang itu memang begitu dan permanen, sementara pria dengan dada terbelah itu cuma sekadar obyek sementara, hadir sebentar di sekitar lubang. Dan, nyatanya, ini cuma hal yang dilihat sedikit orang: seorang manusia tanpa jantung, yang nyawanya sekarang dikendalikan mesin, tiga meter darinya,” kenang Dr Barnard, yang dkutip Donald McRae dalam Every Second Counts.

Ketegangan

Sementara itu, di dalam Teater B, selain patung Denise Darvall terkulai, terdapat tujuh patung dokter dan suster. Di balik ini, sempat terjadi ketegangan yang tak banyak diketahui orang. Denise yang secara medis sudah dianggap meninggal dunia—akibat kerusakan otak yang tak bakal bisa dipulihkan—harus segera diangkat jantungnya. Dr Terence O’Donovan yang didampingi Dr Marius Barnard—adik lelaki Dr Christiaan Barnard—menolak untuk membedah. Setelah ventilator dimatikan dan jantung masih berdetak, ia memilih menunggu sampai garis pada monitor EKG bergerak lurus.

Jalan tengah kemudian diambil. Untuk menghentikan detak jantung, disuntikkan potasium untuk melumpuhkan kerja jantung. Chris Barnard kemudian bekerja membelah dada Denise dan mengambil jantungnya. Ketika dikeluarkan, jantung itu mulai membiru. Marius segera memasukkan kateter dan memerintahkan dokter yang lain untuk menghidupkan mesin jantung-paru. Dalam waktu sekejap, jantung Darvall berubah menjadi merah muda, begitu darah mengalir dari dalam mesin.

Curi teknik

Kisah sukses pencangkokan jantung antarmanusia pertama di dunia ini ternyata juga membawa kesedihan mendalam bagi sejumlah orang. Adik Denise, Keith, misalnya, tak bisa menerima kenyataan pahit yang melukainya. Ia melihat sendiri kecelakaan yang terjadi saat ia dan ayahnya, Edward Darvall, berada di dalam mobil, menunggu ibunya, Myrtle, dan kakaknya—perempuan muda cantik dengan rambut bergelombang dan bibir tipis—keluar dari toko roti.

Ia pun tak pernah tahu bahwa sang ayah menyetujui permintaan para dokter RS Groote Schuur untuk menyumbangkan jantung sang putri kepada pasien jantung parah, Louis Washkansky. Dokter memang menginformasikan kepada Edward bahwa kesadaran Denise tak bakal kembali lagi meski jantungnya tetap berdenyut. Pendek kata, nyawa Denise telah meninggalkan raganya.

Setelah mempertimbangkan selama empat menit, Edward memberikan persetujuannya. Di mata sang ayah, Denise adalah anak gadisnya yang selalu ingin memberi daripada meminta. ”Kalau kalian tak bisa menyelamatkan anak saya, kalian harus berusaha menyelamatkan nyawa pria ini (Washkansky),” ujarnya kepada para dokter, yang tak pernah dilupakan oleh Coert Venter dan Bertie Bosman. Keputusan itu disesalkan Keith, yang kemudian selama bertahun-tahun mendiamkan ayahnya.

Di luar itu, kisah sukses Dr Christiaan Barnard juga menyisakan pertanyaan tentang caranya mencuri teknik yang dikembangkan dua dokter di Amerika Serikat—Norman Shumway dan Richard Lower—dalam transplantasi jantung anjing.

Barnard, yang semula belajar pencangkokan hati dan ginjal di AS, tiba-tiba mengubah minatnya dan mencanangkan akan mengalahkan Shumway dan Lower di Cape Town dengan cangkok jantung antarmanusia. Bak pebalap, Barnard sukses menyalip Shumway dan Lower di tikungan terakhir. (Fitrisia Martisasi dari Cape Town, Afrika Selatan)



Sumber
kompas

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

LABELS

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Lijit Search Wijit

Blog Archive